(Pdf) Juknis Dekonsentrasi SMA 2019/2020

Posted on

INFO – Selamat datang di kelasonline.me kali ini ngadimin bahas seputar (Pdf) Juknis Dekonsentrasi SMA 2019/2020

Juknis dekonsentrasi SMA 2019 digunakan sebagai dasar terhadap pengelolalan dana dekon dan pedoman untuk menyamakan program Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas dengan kegiatan yang di selenggarakan oleh masing-masing dinas pendidikan provinsi di wilayah Indonesian.

kelasonline.me

 

Tujuan dari diadakannya Kegiatan Dekonsentasi salah satunya ialah mengupayakan pembinaan, pengembangan di SMA secara intensif oleh Pemerintah, terutama dalam hal peningkatan kualitas, kuantitas lulusan dan mutu pendidikan, sebagai mana yang tercantum di satandar kelulusan peserta didik.

Output yang dihasilkan dari dekon ini meliputi tiga hal yakni (1) siswa-siswi yang memperoleh (PKB) pendidikan karakter bangsa; mendapatkan peminaan/ pelaihan mengenaimanajemen berbasis sekolah (MBS) (3) terakhir mengikuti/ berpartisipasi aktif di bidang lomba, olimpiade, dan festival.

Jenis Kegiatan

Terdapat dua kegiatan yang dilaksanakan melalui Program Dekonsentrasi SMA untuk mencapai output ini yaitu: Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) dan Kegiatan Pendidikan melalui Kepramukaan. Secara terinci kegiatan masing-masing sub-output ialah sebagai berikut :

1. Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP)

Deskripsi Kegiatan Kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) merupakan pendidikan Latihan Dasar Kepemimpinan bagi Peserta Didik pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang merupakan perwakilan dari tiap provinsi.

Peserta Didik SMA dipilih melalui mekanisme yang ditentukan oleh setiap provinsi sesuai dengan ketentuan terdiri dari 4 (empat) siswa Putri, 4 (empat) siswa Putra ditambah masing-masing 1 (satu) pendamping putra dan 1 (satu) pendamping putri.

Melalui pelatihan kepemimpinan ini diharapkan membantu siswa membiasakan diri dengan berbagai isu seputar manajemen dan isu-isu lain yang terkait dengan perkembangan di berbagai bidang.

Dalam kegiatan ini Peserta Didik juga dilatih mengembangkan keterampilan dalam analisis kebijakan  pembangunan dan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Selain itu, Peserta Didik juga mendapatkan keterampilan komunikasi secara tertulis dan lisan. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpusat dan berlangsung selama 6 (enam) hari, dan pelaksanaanya di Jawa Barat.

Mekanisme Kegiatan Pelaksanaan kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut :

a) Pembinaan peserta didik SMA Tingkat Provinsi oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Tim untuk persiapan sebagai wakil provinsi di Tingkat Nasional. Pembinaan ini dapat diselenggarakan dengan biaya dari APBD Provinsi dan/atau dari sumber lainnya yang tidak mengikat.

b) Koordinasi antara Dinas Pendidikan Provinsi dan sekolah dalam rangka penetapan nama peserta didik/asal SMA calon peserta KKP Tingkat Nasional dan persiapan teknis lainnya dalam rangka pengiriman peserta didik KKP ke Tingkat Nasional.

c) Pengiriman peserta didik SMA Tingkat Provinsi dan Pendamping KKP ke Tingkat Nasional dengan menggunakan dana yang teralokasi pada DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Dana Dekonsentrasi SMA Tahun 2019.

Unsur Yang Terlibat Unsur yang terlibat dalam Kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar sebagai berikut : Peserta Didik, Dinas Pendidikan Provinsi, Lembaga Peduli Pendidikan, Direktorat Pembinaan SMA.

2. Kegiatan Pendidikan Melalui Kepramukaan

Deskripsi Kegiatan Implementasi pembentukan karakter dan budaya bangsa dilakukan dalam tripusat pendidikan secara terpadu, yakni pendidikan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Salah satu upaya dalam peningkatan karakter dan budaya bangsa ialah melalui kegiatan Kepramukaan.

Pramuka akan suatu pendidikan kepanduan yang ditujukan untuk membentuk kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia. Melalui hal tersebut diharapkan peserta didik dapat menggali, mengekpresikan, mengaktulisasikan kreatifitas, karakternya dalam bentuk sikap dan tindakan sehari-hari.

Peserta ialah kontingen dari perwakilan Pramuka, PMR, Paskibra, KIR, dan ekskul lainnya per Kabupaten/Kota. Kegiatan Pendidikan Kepramukaan merupakan sarana dan wahana untuk membentuk kepribadian, kecakapan hidup dan akhlak mulia melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan sebagai wahana bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Atas yang selanjutnya digunakan untuk menggali, mengekpresikan, mengaktulisasikan kreatifitas, karakternya dalam bentuk sikap dan tindakan sehari-hari.

Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Kepramukaan dengan mekanisme kegiatan di dalam ruangan (Indoor ) dan diluar ruangan (Outdoor ). Pada kegiatan di dalam ruangan (Indoor ), peserta didik diberikan materi berupa sosialisasi program dan pendidikan karakter dari beberapa Narasumber (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian, Komisi Pemberantasan Komisi (KPK) atau Lembaga Peduli Pendidikan), sedangkan kegiatan diluar ruangan (Outdoor ), peserta didik diberikan pelatihan dan implementasi pendidikan karakter melalui kepramukaan.

Hasil seleksi yang dilaksanakan di Tingkat Kabupaten/Kota dengan pembiayaan bersumber dari APBD, kemudian ditetapkan menjadi peserta Kegiatan Kepramukaan di Tingkat Provinsi.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *