Panduan Program PKB Melalui Pembelajaran Berbasis Zonasi

Posted on
INFO – Selamat datang kembali di Kelas ONline, pada kesempatan ini admin bakal menginformasikan mengenai informasi terbaru yang tentunya berkaitan dengan pengembangan keprofesian.
 

DESAIN PROGRAM 

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN MELALUI PENINGKATAN
KOMPETENSI PEMBELAJARAN BERBASIS ZONASI 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Tahun 2019, telah mengeluargakan Konsep Desain Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Melalui Peningkatan Kompetensi Pembelajara Berbasis Zonasi
 
Beberapa hal yang mendorong untuk dibutakannya Grand Desain ini ialah ditemukannya fakta yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan di lapangan, Berikut beberapa fakta tersebut :
 

AKAR PERMASALAHAN
KECENDERUNGAN EMPIRIK

  • Terdapat kesenjangan yang tinggi antara kemampuan Siswa Peserta UN dengan Standar Soal UN.
  • Prosentase soal penalaran pada UN/USBN 2019 akan ditingkatkan.
  • Dari tahun 2000 s.d. tahun 2015, skor siswa Indonesia berkisar antara 370-400, sementara skor rata-rata PISA 500.
  • Soal-soal HOTS pada UN/USBN, PISA, TIMSS menuntut siswa untuk berpikir, mengolah informasi, membaca teks panjang.
  • Kemampuan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 (analisis SKL-KI-KD dan perumusan IPK) masih rendah.
  • Mind Set guru lebih fokus kepada pelaksanaan assessment of learning (sumatif) dibanding assessment for learning (formatif).
  • Pelaksanaan PKB saat ini lebih cenderung membuat guru pintar daripada membuat murid pintar
 

Perbaikan Kualitas Pembelajaran

DESAIN PROGRAM GURU DALAM ZONASI

Pemanfaatan waktu (Weekend) Guru untuk hari belajar guru di luar jam pelajaran di kelas, dengan Pola In-On-In

IN (In service learning) : Dilaksanakan di kelompok kerja dalam Zonasi, guru berkumpul dalam komunitas pembelajarannya untuk membahas dan meningkatakan kualitas pembelajaran dan penilaian berorientasi HOTS

ON (On the job learning) : Hasil pertemuan di kelompok kerja dalam zonasi yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas sesuai mata pelajarannya

 
Panduan Program PKB Melalui Pembelajaran Berbasis Zonasi
 
Catatan: Waktu pelaksanaan pembelajaran diatas tidak baku, artinya setiap aktivitas pembelajaran baik pelaksanaan In maupun On dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan antara peserta dan fasilitator sepanjang tidak mengganggu jam belajar siswa. Sebagai contoh, pelaksanaan In-1 dan In-2 tidak harus dilakukan setiap hari sabtu, tapi dapat dilakukan 2 hari berturut-turut, yaitu sabtu dan minggu

Desain Aktivitas Guru Di Zonasi

In-1, Pertemuan Awal

Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Peningkatan Kompetensi
Pembelajaran Berbasis Zonasi
Integrasi PPK dan GLN dalam Pembelajaran Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Konsep dan Pendalaman Materi Pembelajaran Berorientasi HOTS

In-2, Pengembangan Desain Pembelajaran dan Penilaian Berorientasi HOTS

Pengembangan Desain Pembelajaran Berorientasi HOTS
Pengembangan Penilaian Berorientasi HOTS
On-1, Penyusunan RPP ke-1 

Penyusunan RPP ke-1
Pengembangan Desain Pembelajaran dan Penilaian Berorientasi HOTS

In-3, Review Desain Pembelajaran dan Penilaian Berorientasi HOTS, dan RPP ke-1

Review Desain Pembelajaran dan Penilaian Berorientasi HOTS, dan RPP ke-1

On-2, Praktik Pembelajaran ke-1

Praktik Pembelajaran dan Penilaian Berorientasi HOTS ke-1

In-4, Refleksi Praktik Pembelajaran dan Penyusunan RPP ke-2

Refleksi Praktik Pembelajaran dan Penilaian di Sekolah
Penyusunan RPP ke-2

On-3, Praktik Pembelajaran ke-2 dan Penyusunan Laporan Best Practice

Praktik pembelajaran hasil refleksi untuk pembelajaran ke-2 (RPP ke-2)
Penyusunan Laporan Best Practice

In-5, Laporan Best Practice

Presentasi Laporan Best Practice
Tes Akhir

Pengembangan Unit

Unit pembelajaran dikembangkan dari hasil Pemetaan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 (Revitalisasi dan Spektrum SMK), Analisis UN/USBN dan Pemetaan Kompetensi Inti Guru sesuai Permendiknas 16/2007 yang sudah terpetakan dalam 10 Modul PKB Guru.

Materi dikembangkan sesuai amanat Kompetensi Dasar dan menjadikan Modul PKB sebagai perluasan materi dalam Unit serta Soal-soal UN/USBN atau PISA/TIMSS sebagai bahan latihan bagi siswa oleh guru.

Unit Pembelajaran
Jenjang Sekolah Dasar

Ilmu Pengetahuan Alam
Matematika
Bahasa Indonesia
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Ilmu Pengetahuan Sosial
Seni Budaya
Pendidikan Jasamani, Olah raga dan Kesehatan

Unit Pembelajaran
Jenjang Sekolah Menengah Pertama

Ilmu Pengetahuan Alam
Matematika
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Ilmu Pengetahuan Sosial
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Seni Budaya
Informatika
Pendidikan Jasamani, Olah raga dan Kesehatan
Bimbingan Konseling

Unit Pembelajaran
Jenjang Sekolah Menengah Atas

PEMINATAN IPA
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Matematika
Fisika
Kimia
Biologi

PEMINATAN IPS
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Matematika
Geografi
Sosiologi
Ekonomi

PEMINATAN BAHASA
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Matematika
Bahasa dan Sastra Indonesia
Antropologi
Jerman
Prancis
Jepang
Arab
Mandarin

PENGELOLAAN KELAS

Pengaturan kelas/rombongan belajar Program PKP Berbasis Zonasi diatur sebagai berikut.

 
1.
Jumlah Peserta
: 10-20 peserta, disesuaikan dengan guru yang ada di kelompok kerja guru (PKG/KKG/ MGMP/MGBK)
2.
Jumlah Fasilitator
: 1 orang guru inti *)
3.
Jumlah Panitia
: 2 orang per kelas (terdiri dari 1 orang operator pusat zona dan 1 orang panitia kelas)
4.
Materi Ajar
 
: Unit/Materi Pembelajaran, Contoh RPP, Video Pembelajaran, softcopy bahan tayang
5.
Alat Pembelajaran
: Laptop, LCD, Audio system
6.
Bahan pembelajaran
: sesuai dengan kebutuhan dan/atau skenario yang ditetapkan
 
 

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *