KKN Di Desa Penari (Versi Nur) Lanjutan

Posted on

Kemudian mobil pun mulai berangkat. ee.. jauh ga yu? tanya nur. paling 4 sampai 6 jam tergantung ee. ngebut atau nggak. ee… yang jelas desanya bagus. tak jamin masih alami pokoknya. cocok buat program kerja. yang kita susun kemarin atau. proker.. program kerja. yang disusun oleh mereka. kemarin itu. ayu terlihat begitu antusias,

sementara nur. ia merasa tidak nyaman. banyak hal yang membuat nur bimbang salah satunya. tentang lokasi dan sebagainya, sejujurnya ini kali pertama nur. pergi ke arah timur. sebagai perempuan yang lahir di daerah barat, ia sudah seringkali. mendengar rumor tentang arah timur. salah satunya kemistisannya. mistis, bukan hal yang baru bagi nur.

bahkan ia sudah kenyang dengan berbagai pengalaman akan hal itu. saat menempuh pendidikannya. sebagai santriwati, mengabaikan perasaan. tidak bisa dilakukan secara kebetulan semata, dalam malam ini. belum pernah nur merasa. setidak enak ini. yaitu, dia merasa aneh atau tidak enak dalam hatinya. benar saja, perasaan tidak enak itu terus bertambah. seiring mobil terus melaju.

salah satu pertanda buruk itu adalah ketika sebelum. memasuki kota J, dimana tujuannya kota B. nur melihat kakek-kakek yang minta uang di persimpangan. ia seakan melihat nur. tatapannya prihatin. bukan hanya itu saja, si kakek menggelengkan kepalanya. seolah memberikan tanda pada nur yang ada. di dalam mobil. untuk mengurungkan niatnya. ee….

KKN di desa itu. namun nur tidak bisa mengambil spekulasi. apapun. ada temannya yang lain yang menunggu. kabar baik dari observasi hari ini. hujan tiba-tiba turun tanpa terasa 4 jam lebih. perjalanan ini ditempuh. mobil berhenti di sebuah tempat rest area yang sepi. sebelum akhirnya melanjutkan. perjalanan nur melihat hutan gelap. yang memanggil-manggil namanya. “hutan, desa ini ada di dalam hutan”. kata mas ilham.

nur tidak berkomentar, ia hanya berdiri di samping mobil yang berhenti. di tepi jalan hutan ini. sebuah hutan yang sudah dikenal oleh semua orang jawa timur. Hutan D, tidak beberapa lama nyala lampu. dan suara motor terdengar. mas ilham melambaikan tangannya. “itu orang desanya, masuknya harus naik motor, mobil tidak bisa masuk soalnya”. kata mas ilham.

nur dan ayu mengangguk pertanda ia mengerti tanpa berpikir panjang. nur sudah duduk di jok belakang dan mereka berangkat. berangkat memasuki jalan setapak dengan tanah tidak rata. membuat nur harus memegang kuat jaket bapak yang. memboncengnya. tanah masih lembab ditambah embun fajar sudah terlihat disana sini. malu-malu memenuhi pepohonan rimbun. nur melihat sesosok wanita, ia sedang menari di atas batu. kilatan matanya tajam dengan paras elok nan cantik.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *