KKN Di Desa Penari (Versi Nur) Lanjutan

Posted on

Bahkan, Widya berjalan dengan mata yang kosong,. ia melihat Ayu terus menerus, mencoba memahami situasi. “Wid darimana kamu?” tanya Nur,. “ada apa ini Nur” kata Widya, matanya sembab melihat Ayu dan Bima terbujur,. Nur tidak sanggup menceritakanya, Wahyu kemudian berdiri mengatakan semuanya,.

Widya menjerit sejadi-jadinya, semua diam. selang beberapa saat, mbah Buyut keluar, ia memanggil Widya, menyuruhnya untuk masuk, dan entah apa yang mereka bicarakan. Nur masih mencoba membangunkan Ayu, meski hal itu, mustahil bisa dilakukan. ketika melihat mbah Buyut keluar, Nur, Wahyu, dan Anton yang baru tiba, ikut masuk ke dapur, ia hanya melihat Widya murung, seperti memikirkan sesuatu. Wahyu yang sedari tadi sudah menahan diri, mengatakan bahwa Bima dan ayu sudah kelewatan sehingga mereka juga kena getahnya.

Malam itu juga, pak Prabu mengumpulkan semua anak yang tersisa, ia mengatakan, sudah menghubungi pihak kampus, pun dengan kakak Ayu, yang sedang dalam perjalanan kesini. esok, mungkin mereka tiba. mbah Buyut, menjaga rumah ini, konon, semua lelembut sudah mengepung rumah ini. jadi, pagi itu, Nur menemui pak Prabu meminta seharusnya ia menahan diri sebelum informan ini keluar,. karena sebelumnya, mbah Buyut mengatakan bisa mengembalikan Ayu dan Bima, hanya tinggal menunggu waktu.

namun ucapan pak Prabu membuat Nur tidak berkutik. “kalau memang bisa, ya gak mungkin ada korban, kamu tahu, kenapa ada nisan dengan kain hitam, itu korban sebelum kejadian ini”. “gak menutup kemungkinan memang temanmu bisa kembali, tapi, kemungkinanya kecil, mbah Buyut sudah bosan, berurusan dengan mereka”. siang hari, rombongan orang dari kampus pun dengan beberapa wali datang,. bahkan suara membentak dari mas Ilham bisa terdengar dari luar,. ada tawar menawar dimana mbah Buyut menjanjikan agar Ayu dan Bima tetap disini,.

namun pihak keluarga menolak sampai mengancam, ini akan tersebar. akhir dari perjalanan KKN mereka selesai disini, bukan hanya pak Prabu yang terseret, pihak kampus efeknya lebih besar lagi,. sampai harus menjanjikan bahwa masih ada jalan lain mengembalikan mereka. KKN mereka, resmi di coret, tak ada hasil apapun selama pra kerja mereka. Widya, butuh waktu lama untuk pulih setidaknya itu yang Nur dengar,. sementara Nur menjelaskan kronologi kejadian pada Abah dan Umi, orang tua Bima,. yang tidak henti-hentinya, mengadakan doa bersama di rumahnya, pukulan keras setiap Nur melihat air mata umi menetes.

ada kejadian menarik, dimana Nur di ceritakan oleh Umi, semalam sebelum Bima akhirnya meninggal,. ia mengetuk pintu kamar, disana ia meminta maaf sama Abah dan Umi,. kemudian pamit kembali ke kamar, sembari mengatakan ular-ular, dan di akhiri dengan hembusan nafas terakhirnya. namun, Nur juga diberitahu Abah, bahwa, apa yg di katakan Umi tempo hari tidak usah di pikirkan,. karena Umi menceritakan tentang mimpinya,

anaknya Bima masih kejang-kejang dan memang meninggal pada malam kejadian,. semua itu mimpi Umi, mungkin itu cara Bima pamit dan memberitahu. Mas Ilham menghubungi Nur, beliau meminta tolong agar Nur bersedia mendampngi Ayu selama proses penyembuhan,. dimana dokter sudah angkat tangan dan mendiagnosa Ayu, lumpuh total yang tidak di ketahui penyebabnya. ia di beritahu oleh temanya, bahwa Nur adalah orang yang tahu semua. malam itu, Ayu di bawa ke kabupaten Ng**i, di perjalanan,

Nur selalu melihat Ayu,. matanya di tutup paksa dengan kain, melihatnya kadang membuat Nur merasa Ayu sadar ada dia di sampingnya. namun tetap saja nihil, sampailah mereka di rumah orang yang menawarkan bantuan itu. sesampai disana, Ayu di tidurkan di atas pelepah daun pisang. yang kemudian, di masukkan dalam sebuah keranda,. Nur yang melihat itu, mengatakan pada mas Ilham bahwa itu perbuatan tidak benar, namun, mas Ilham menolak. mengatakan mungkin masih bisa, mas Ilham sangat frustasi. butuh waktu lama, sampai orang yang membantu tiba-tiba, bangun dan mengatakan ia tidak sanggup. Ayu, tidak dapat di selamatkan, kecuali, di bawa keluar dari pulau jawa. namun, hal itu, juga mustahil dilakukan. ayu belum seharusnya meninggal, jadi dia akan terjebak seperti ini sampai waktunya tiba. “di bawa saja ke pulau K********N, saya ada saudara disana” kata mas Ilham waktu itu. “masalahnya, anak ini dilarang mendekati laut/samudera, bila tetap nekat dia mati”. “kan bisa naik pesawat” kata mas Ilham,.

“memang bisa pesawatnya gak usah melewati laut?”. setelah darisana itu, Ayu akhirnya di pulangkan,. ia ada di rumah itu kurang lebih 3 bulan, sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir juga, setelah orang tua Ayu mengatakan sudah ikhlas, termasuk mas Ilham. Ayu di kebumikan di makam keluarga, sembari di doakan, di situ, ibunya mengaku, sering melihat Ayu meneteskan air mata, dan inilah akhir cerita mbak Nur.

Demikian yang kelasonline.me sajikan pada cerita misteri tentang KKN Di Desa Penari (Versi Nur) Lanjutan..

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *