Inilah Perubahan Acuan Berat Satuan Kilogram, Berikut Cara Menghitungnya

Posted on

INFO – Selamat datang kembali di kelas online, berikut admin sampaikan sebuah informasi penting yang sedang viral yaitu Perubahan Acuan Berat Satuan Kilogram, Berikut Cara Menghitungnya.

Apa itu ? Pendefinisian ulang SATUAN KILOGRAM

Perubahan Satuan Kilogram

Jadi tepat hari ini tanggal 20 mei 2019, selain kita Bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional, ternyata 20 Mei juga bertepatan dengan Hari Metrologi Dunia (World Metrologi Day), metrologi secara ringkas diartikan sebagai aktivitas ukur mengukur baik secara teori maupun praktis.

Nah, bertepatan hari ini, satuan Kilogram yang baru resmi untuk digunakan

Para Ilmuan telah menemukan fakta bahwa Le Grand K, benda yang menjadi patokan ukuran berat satu Kilogram di seluruh dunia telah mengalami penyusutan sebesar 50 mikrogram selama 129 tahun terakhir ini. Jika sebelumnya 1 Kilogram = 1000 gram, kini 1 Kilogram = 999,99995 gram

Olehnya itu para ilmuan perwakilan dari 57 Negara yang memiliki hak otoritas dalam penelitian tersebut telah melakukan sebuah Konferensi yang bertajuk General Conference on Weights and Measure di Versailles, Prancis pada 16 November tahun 2018 lalu.

Para ilmuan bersepakat untuk melakukan definisi ulang terhadap satuan Kilogram dan juga penghentian penggunaan Le Grand K sebagai patokan dasar satu Kilogram

Demi menghargai sejarah dan warisan leluhur, Benda tersebut tetap di simpan dengan kondisi yang sama seperti sebelumnya dan dijaga ketat di museum Paviliun de Breteuil, agar dapat menjadi bahan penelitian ulang di masa depan

Sejarah Kilogram

Jadi ceritanya bemula dari sini sobat sekalian,,, Alat pengukur berat satu Kilogram yang asli itu disimpan di Prancis, tepatnya di Louis XIV Pavilion de Breteuil. Alat tersebut diberi nama Le Grand K. alat ini terbuat dari 90% platinum dan 10% Iridium yang telah berusia se Abad lebih, tepatnya berusia 130 tahun pada tahun 2019 ini. Waaah udah tua banget yah…

Penetapan satuan satu Kilogram ini ternyata telah ada sejak tahun 1889, yang resmi ditetapkan dalam acara The International Bureau Of Weights and Measure, di Prancis

Jadi, timbangan para pedagang, timbangan berat badan hingga berat beban angkatan di gym dalam satu Kilogram itu sama dengan berat dari Le Grand K yang disimpan di Prancis tersebut.

Agar benda tersebut tetap aman, maka dibuatlah prototype tiruan Le Grand K sebagai salinan dari Le Grand K yang asli. Salinan Le Grand K atau lebih dikenal dengan sebutan Working Standard ini kemudian disebar ke seluruh Negara di Dunia untuk dijadikan standar bobot di tiap Negara.

Berdasarkan temuan tersebut, ditemukan kekurangan dalam penetapan standar satuan Internasional (SI) jika ditentukan oleh objek fisik, sehingga menurut para ilmuan bahwa sebaiknya ditentukan oleh konstanta fundamental atau objek fisika yang berasal dari alam

Dengan penggunaan konstanta fundamental ini, maka tidak akan terjadi lagi penyusutan ukuran dari waktu ke waktu.

“Kami berpendapat, jika semua unit pengukuran didasarkan pada konstanta fisika, maka di masa depan pakem pengukuran akan stabil, tidak berubah, dan terpenting dapat diakses secara universal di mana saja,” jelas Terry Quinn selaku Direktur Emeritus dari International Bureau of Weights and Measures (BIPM), dilansir Science Alert, Minggu (19/5/2019).

Sebagai contoh pada satuan meter, 1 meter = jarak yang ditempuh cahaya pada ruang hampa selama 1 / 299792458 per detik

Pada satuan detik, 1 detik = waktu yang dibutuhkan atom sesium untuk berisolasi 9.192.631.770 kali

Baca Juga : Penerapan pembelajaran STEM dalam K 13

Sementara pada satuan Kilogram disandarkan pada objek fisik sebagai patokannya, sehingga memungkinkan berat benda akan berkurang seiring waktu

Patokan Baru Kilogram

Atas dasar adanya kelemahan dalam menetapkan ukuran kilogram jika yang menjadi acuan adalah objek fisik, maka para Ilmuan sepakat untuk menetapkan satuan kilogram berdasarkan hukum alam atau konstanta fundamental

Dalam mendefinisikan acuan Kilogram yang baru ini, para ilmuan menggunakan Konstanta Planck, Kecepatan Cahaya, dan Resonansi Atom Sesium

Urutan konversi penghitungan satuan Kilogram adalah pertama-tama mendefinisikan meteran (dalam kecepatan cahaya) satuan konstanta Planck yaitu kgm2s-1, kemudian yang berikutnya (dalam hal atom sesium pada atom) jam. Jadi berdasarkan definisi baru tersebut dapat dinyatakan dalam satuan SI s-1 m2 kg atau sama dengan Js.

Anda tidak perlu khawatir dengan adanya perubahan ini, jika anda membeli apel satu Kilogram sebelum dan setelah perubahan ini tidak akan berubah kok, basarannya tetap sama, yang berubah hanyalah standar patokan penghitungan satuan Kilogram, namun satu Kilogram tetap seperi biasa beratnya

Meskipun penghitungan satuan Kilogram yang baru ini tampak rumit, namun sistem yang baru ini akan mudah dipahami oleh siapapun, termasuk anak sekolah akan bisa bersenang-senang dengan perhitungan yang baru ini.

Demikianlah artikel kelasonline.me ini sobat sekalian, semoga dapat menambah wawasan kita semua. Amin

Silakan meninggalkan komentar kita sharing sama-sama dengan Bapak/Ibu yang lain.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *