Cerita Misteri – KKN di Desa Penari

Posted on

Nah, dari kejanggalan-kejanggalan yang terjadi ini enggak mengurungkan niat ke-6 mahasiswa ini untuk melanjutkan proker. Kemudian mereka bersama Pak Prabu diajak jalan-jalan, diperkenalkan wilayah-wilayahnya lalu mereka dijelaskan ada 2 tempat yang menurut Ngadimin tuh mencekam, ya. Yang pertama adalah tempat kayak area kuburan gitu, ada nisan ditutupi sama kain hitam.

Kemudian yang kedua adalah Pak Prabu menjelaskan ada namanya Tipak Talas. Wilayah ini sangat sangat dilarang untuk dimasuki alasannya adalah karena dibalik Tipak Talas itu hanyalah hutan belantara, jadi khawatirnya kalau mereka masuk ke sana. mereka akan tersesat dan susah balik, gitu. cuma yang aneh adalah jalan setapak yang melewati Tipak Talas ini menuju hutan belantara ini, katanya,. itu di sisi kiri dan sisi kanannya diikatkan kayak tali merah gitu kemudian dikaitkan lagi sama janur kuning.

Nah, setelah dijelaskan wilayah mana yang boleh dijadikan program kerja KKN dan wilayah mana yang tidak boleh dimasuki oleh mahasiswa tersebut. Akhirnya, ke-6 mahasiswa ini berencana akan membangun sebuah sumur. Karena setelah dianalisa lagi, diperhatikan lagi warga di kampung itu ternyata harus ke kali dulu kalau mau mengambil air. Jadi, mereka berencana untuk membangun sebuah sumur di Sinden, Sinden itu adalah nama sebuah kolam yang ada di dekat kali. Nah, Pak Prabu akhirnya setuju dengan rencana mereka dan warga desa pun setuju untuk membantu mereka. Setelah selesai mengutarakan rencana mereka ke Pak Prabu. Pak Prabu pun mengantar ke-6 mahasiswa ini ke rumah warga yang akan mereka tinggali selama 60 hari.

Nah, dari sini lah kejadian-kejadian menyeramkan terjadi sama mereka. Ngadimin akan menyebutkan beberapa kejadian menyeramkan dari sudut pandang Widya. Yang pertama adalah ketika momen Widya dan Nur mandi. Jadi, Widya dan Nur ini mandi di bilik yang ada di Sinden. ingat, Sinden itu adalah nama kolam yang ada di dekat kali. Nah, ketika gilirannya Nur yang mandi dan Widya menjaga di luar bilik. Widya mendengar suara kidung jawa dari dalam bilik Nur.

Tapi, ketika digebrak-gebrak pintu biliknya Nur terus didengarkan lagi ternyata lantunan kidung jawanya itu hilang. Nah, ketika giliran Widya yang mandi, ketika dia nyiram air di kepalanya gitu, kan matanya harus tertutup ya supaya air enggak masuk ke dalam mata. Tiba-tiba dia terbayang sama wajah perempuan yang cantik dan jelita, lalu dari luar bilik dia kembali mendengar suara lantunan kidung jawa. Yang kedua adalah ketika Ayu membuat pengakuan kepada Widya kalau dirinya dan Bima sudah memasuki Tipak Talas.

Wilayah yang sudah diwanti-wanti sama Pak Prabu, kalau mereka tidak boleh memasuki wilayah tersebut. Alasannya adalah karena Ayu mengejar Bima, karena Bima juga mengejar seorang perempuan misterius. tapi ketika diikuti.. hilang. Nah melewati Tipak Talas itu mereka jadi tahu kalau di balik bangunan itu ada sanggar tua dan tidak terurus. Yang keempat adalah ketika Widya melihat sosok Nur keluar dari rumah saat malam hari. Widya mengikuti Nur dan melihat temannya itu lagi menari-nari dengan gemulainya, dengan lihainya. Terus Widya tuh memanggil-manggil Nur supaya berhenti menari dan biar masuk lagi ke dalam rumah. tapi Nur malah melihat Widya dengan tatapan aneh dan senyuman yang misterius gitu. dan tiba-tiba wajahnya yang tadinya enggak menyeramkan jadi menyeramkan. matanya Nur tuh hampir seluruhnya hitam.

Si Widya nangis-nangis, takut, syok dan bingung, kan. dan. sampai akhirnya tiba-tiba Wahyu datang dan menegur dan memarahi Widya. dan bertanya ‘Ngapain malam-malam nari di depan rumah?’. Ternyata, yang disangka Widya adalah Nur yang nari-nari di depan rumah itu malah dia yang nari-nari. otomatis Widya bingung, malah jadi makin bingung kok malah dia yang ternyata nari-nari di malam itu. Kejadian menyeramkan yang keempat adalah dengan pengakuannya Wahyu terhadap Widya. yang mengatakan kalau tingkah lakunya Bima tuh semakin aneh. Jadi menurut Wahyu, Bima tuh sering banget keluar malam-malam dan suka ketawa dan ngobrol sendiri di dalam kamarnya. Bahkan ketika kejadian Widya nari-nari di luar rumah , itu sebenarnya ada Bima.

Bima lagi ngelihatin Widya dari jendela di dalam kamarnya. Kejadian yang kelima adalah ketika Wahyu dan Widya pulang dari kota. untuk membeli keperluan-keperluan proker. jadi mereka ini udah kesorean lah pulang ke desanya, ya kan. Mereka jalan menyusuri hutan. Sialnya, motor yang mereka gunakan mendadak mogok. Mati.

Dan tiba-tiba ada seorang warga gitu yang nawarin bantuan untuk mereka dan mau betulin motor mereka. setelahnya ke-2 orang ini, si Wahyu dan Widya, itu malah diajak ke sebuah hajatan desa, gitu. Mereka di sana disambut. Mereka di sana disuruh makan, disuruh minum, gitu. Wahyu dan Widya tuh enggak curiga dan mereka, ya makan minum seperti biasa, gitu kan. Setelah motornya selesai diperbaiki dan bisa nyala, akhirnya mereka pulang ke desa Pak Prabu, gitu kan. Nah si Wahyu ini cerita ke teman-temannya, wah mereka beruntung banget disambut, bisa makan enak terus cerita ada hajatan di desa, gitu kan.

Nah si Nur nih curiga, ‘lho tapi, kan di wilayah hutan ini desa cuma 1 dan desa itu ya cuma desa Pak Prabu doang’, gitu. Enggak ada desa lain. tapi, Wahyu itu ngotot ‘ada kok ada desanya. Hajatannya gede, makanannya banyak, rame’ dan lain-lainnya. Nah karena Wahyu kesal enggak dipercaya sama teman-temannya yang lain, akhirnya… kan si Wahyu dan Widya itu sebelum pergi dibekali makanan, kan sama warga desa yang punya hajatan itu. ditunjukkan lah makanan itu ke teman-temannya. Si Wahyu ngotot ‘nih lihat nih makanan yang saya bawa’. dibuka makanannya ternyata yang tadinya adalah makanan-makanan biasa itu berubah. jadi. kepala-kepala monyet yang masih baru dan masih ada darah segarnya.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *